}

Monday, 28 March 2016

Durian Musangking di Doro Pekalongan

Bagi pecinta durian siapa yang tidak kenal dengan durian Musangking. Ya si raja buah yang berasal dari Malaysia yang lagi heboh itu sekarang ada juga loh di Doro Pekalongan, tepatnya di desa Suroloyo Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Sudah 3th Musangking di tanam di Doro dengan cara Top Working.

Keadaan terakhir pada tahun 2016 bulan Maret ini sudah sebesar lengan orang dewasa, yang diperkirakan akan berbunga pada musim durian tahun depan (semoga saja...Aamiin). Adapun pemiliknya adalah sdr. Kadar Qodar yang juga bekerja sebagai di Waryo Durian.

cerita tentang durian Musangking yang heboh itu akan segera dibuktikan (mudah2an) ditahun depan melalui testimoni langsung dari sang pemilik. Apakah benar-benar durian Musangking ini layak untuk dikomersilkan atau tidak. Tunggu saja....okeeee

Lain halnya dengan durian Bawor yang sudah berbuah di desa Suroloyo Doro Pekalongan. Bawor benar-benar durian yang layak dikebunkan di daerah Pekalongan, Pemalang, Batang dan sekitarnya.
sebagai buktnya ini kami berikan contoh Durian Bawor dari kebun Waryo Durian sendiri yang berada tepat di halaman rumah. Berikut foto Durian Bawor milik Waryo Durian






Pohon Durian Bawor yang sudah berbuah milik Waryo Durian

sebagai penghilang haus akan informasi mengenai durian Musangking berikut beberapa foto Musangking yang bukan dari Doro Pekalongan melainkan dari Malaysia. Cekidot....:

Festival Durian Pekalongan

Pekalongan sudah terkenal sebagai City of Batik. Kota yang disebut juga sebagai kota santri ini juga terkenal akan buahnya, salah satunya adalah Durian. Terutama di wilayah selatan Pekalongan, yaitu di Kabupaten Pekalongan pohon Durian tumbuh dengan suburnya. Sehingga Kabupaten Pekalongan dikenal juga sebagai penghasil Durian. Mulai dari kecamatan Talun, Doro, Karanganyar, Kajen, Lebakbarang dan kecamatan lain didaerah selatan. Melihat peluang itulah maka Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendukungnya. Diantaranya dengan promosi wisata. Untuk menarik wisatan maka Pemerintah Kabupaten Pekalongan memaksimalkan potensi yang ada. Diantaranya dengan mengadakan festival Durian Pekalongan setiap tahunnya.

Durian yang dihasilkan oleh Kabupaten Pekalongan sudah terkenal bahkan diluar Pekalongan itu sendiri. Seperti di Pemalang dan sekitarnya bahkan sampai di Cirebon. Banyak penjual Durian di pinggir jalan Cirebon yang menjajakan durian dari hasil kebun di Pekalongan. Bagitu juga dengan penjual es krim durian yang ada di sekitar pantura Cirebon juga mengaku sering mengambil durian dari Pekalongan.

Kembali lagi ke Ferstival durian Pekalongan, Festival itu sendiri dilaksanakan di desa Lolong kabupaten Pekalongan, itu untuk kontes durian, sedangkan ada juga syukuran durian (kenduren durian) yaitu di desa rogoselo kecamatan Doro. Untuk kontes durian disitu dilaksanakan syukuran durian juga oleh petani setempat dengan mengarak durian keliling desa dan dibagi-bagikan kepada pengunjung yang datang. Untuk acara puncaknya adalah kontes durian. Kontes durian memilih durian yang terbaik dengan kriteria tertentu yang dilakukan oleh juri, biasanya berasal dari pakar durian ataupun orang dari dinas pertanian yang mengerti akan kualitas durian. Ada juga penilaian dari kepala daerah dalah hal ini tentunya Bupati Pekalongan.
Kriteria umum yang dinilai biasanya dari bobot durian, warna daging, rasa, ketebalan, biji, dan masih banyak lagi kriteria yang lainnya.

Dari beberapa tahun diadakannya festival durian pekalongan, rata-rata pemenangnya durian dari kecamatan Doro. Bahkan pada tahun tertentu pernah juara 1,2,3 semua diborong dari Doro. Kecamatan Doro memang sudah terkenal akan durian yang enak dan berkualitas. Sebagai salah satu kecamatan penghasil Durian, Doro memang dikenal sebagai tempatnya durian. Sampai pernah dengan cerita kalau ada orang Doro merantau dan berkenalan dengan orang lain maka pasti akan bilang "Duren ya"....

Kenapa Doro yang dibahas?

Ya kali ini saya akan membahas hanya durian Doro, dikarenakan seringkali durian dari Doro menjadi pemenang dalam festival durian Pekalongan dalam 4 tahun belakangan ini (sekarang 2016). Itu berarti Doro sebagai tempat penghasil durian unggulan didaerah Pekalongan. Sungguh suatu potensi yang harus dimanfaatkan agar menjadikan masyarakatnya sejahtera.

Lantas apakah durian - durian yang telah menjuarai kontes itu dijual di pasar Doro? tentu saja jawabannya tidak. Loh kenapa tidak?
Kendala yang umum ada pada petani durian tradisional di Doro dan bahkan mungkin di Indonesia yaitu masalah jumlah atau kuantitas. Boleh saja durian itu juara 1,2 atau 3 namun ketika di cari lagi apakah duriannya masih ada maka pasti jawabanya "sudah habis". Pohon induk belum di perbanyak sehingga hanya beberapa pohon saja yang memiliki buah dengan jenis yang sama. Inilah masalahnya. Tidak seperti di Thailand misalnya, durian enak monthong, maka kalau kita mau cari berapapun akan ada, dan jumlahnya banyak. Nah diharapkan begitulah yang diinginkan kalau kita nanya Durian Doro yang unggulan maka jumlahnya banyak.

Mudah-mudahan kedepannya Doro sebagai penghasil durian berkualitas Unggulan bisa terus eksis dan menjadi tempat makan durian yang enak. Menjadi salah satu destinasi wisata bagi Pekalongan khususnya kecamatan Doro.


Sponsor By :
#Tempat wisata makan Durian enak , Durian Unggulan matang pohon di Doro

Sunday, 27 March 2016

Tempat makan durian enak di Pekalongan

Bagi anda yang berkunjung ke kota Pekalongan tidak lengkap rasanya kalau tidak mencicipi buah asli khas Pekalongan yaitu Durian. Buah yang dijuluki sebagai raja buah ini tumbuh subur di wilayah Pekalongan terutama di Kabupaten Pekalongan. Diantaranya tersebar di beberapa kecamatan seperti Karanganyar, Doro, Kajen, Talun dan daerah lain di selatan kota Batik ini.

Kali ini penulis akan menceritakan pengalaman pribadi makan durian yang enak didaerah kecamatan Doro kabupaten Pekalongan. Doro sendiri sudah terkenal sebagai penghasil buah durian lokal yang enak-enak. Hal tersebut bisa dilihat dari kontes durian yang diadakan untuk level kabupaten, selama 4 tahun terakhir durian asal dari Doro lah yang menjadi langganan pemenangnya. Baik itu juara 1, 2 maupun 3 bahkan pada tahun 2014 kalau tidak salah semua juara di borong dari daerah Doro.

Nah tidak udah panjang lebar, bagi yang ingin menikmati "makan durian" matang pohon disarankan untuk menggunjungi Waryo Durian. Disana menyediakan berbagai macam durian matang pohon unggulan yang berasal dari sekitar desa lemah abang Doro. Durian yang lezat enak dan tentunya matang pohon menjadi andalah di Waryo Durian bisa dilihat di google map : (Peta Waryo Durian di Google Map)

Kenapa harus di Waryo Durian ?

di Waryo Durian menyediakan durian enak matang pohon asli Doro. Berbagai durian lokal dengan kualitas matang pohon yang tidak mengecewakan.  Bagi yang sudah berpengalaman beli durian dipasar dan bilang tidak enak maka anda tidak akan menemukan durian seperti itu di Waryo Durian. Kalau durian dibuka tidak matang (75% busuk) maka tidak usah membayarnya. Jadi kalau anda ingin makan durian di daerah Doro ya Waryo Durian adalah tempat yang harus anda kunjungi.

berikut beberapa durian asli Doro yang ada di Waryo Durian :







dan masih banyak lagi durian asli Doro yang enak lainnya yang belum terfoto, mengingat banyaknya durian uggulan yang tumbuh di sekitar desa suroloyo lemah abang doro pekalongan. Juga menyediakan Durian Bawor (harus indent karena belum banyak yang udah berbuah).




Sunday, 20 March 2016

Mengetahui Elevasi Ketinggian Suatu Tempat di Google Earth

Berawal dari banyaknya pertanyaan kepada saya mengenai berapa ketinggian (dpl) kebun di tempat saya, dan berawal dari ketidaktahuan saya dalam menjawabnya maka saya mulai coba mencari di mbah Google cara mengukur dpl. Tiap saya posting buah durian (durian bawor) dengan hasil yang bagus maka selalu ada pertanyaan mengenai berapa ketinggian pohon yang saya tanam. Memang elevasi ketingguan suatu tempat sangat penting bagi dunia pertanian, terutama perkebunan durian. Karena ada jenis-jenis tanaman tertentu yang bisa hidup dan cocok dan ada pula pada ketinggian tertentu tanaman ini tidak cocok. Durian salah satunya, tidak dapat berbuah apabila ditanam pada daerah dengan dpl yang tinggi. Durian akan hidup dan tumbuh besar namun karena suhu yang terlalu dingin maka durian tidak akan mengahasilkan buah. Nah mari kita berlajar cara mengetahui elevansi ketinggian suatu tempat dengan bantuan aplikasi Google Earth.

Monggo.......

Secara definisi Elevasi dapat diartikan 1. ketinggian suatu tempat thd daerah sekitarnya (di atas permukaan laut); 2. ketinggian atau sudut tinggi suatu benda langit di atas horizon (http://www.artikata.com/arti-326276-elevasi.html). Sesuai pengalaman pribadi, dalam praktek praktisnya definisi nomor 1 yang sering kita gunakan untuk mengukur ketinggian suatu tempat di atas permukaan laut (dpl). Pengalaman menunjukan bahwa, aplikasi Google Earth lumayan bisa membantu kita untuk mengetahui elevasi suatu tempat jika kita tidak memiliki peta topografi,

walaupun masih kita perlu cek lagi kondisi lapangan sesungguhnya dengan mengadakan ground cek atau survey areal tersebut. Banyak kegunaan yang bisa kita manfaatkan dengan mengetahui elevasi suatu tempat, salah satunya kita dapat membuat rencana pembuatan rintis jalan baru atau rencana trace jalan yang akan kita buat. Untuk mengetahui cara mengetahui elevasi suatu tempat lewat aplikasi Google Earth, ikutilah langkah berikut :
  1. Klik Icon Google Earth (Masuk ke aplikasi Google Earth),
  2. Klik tempat yang akan kita cari elevasinya.
  3. Biarkan Google Earth Streaming tempat tersebut sampai jelas terlihat alias sampai ketinggian pengamatan maksimal.
  4. Tempatkan kursor di tepat pada tempat/areal yang ingin kita ketahui elevasinya.
  5. Untuk mengetahui Ketinggian Elevasi, dapat dilihat petunjuk gambar di bawah ini.
Mengetahui Elevasi Ketinggian Suatu Tempat di Google Earth
Pada lingkaran Merah nomor 1 adalah petunjuk Ketinggian Tempat atau Elevasi yang kita cari, sedang pada nomor 2 adalah petunjuk koordinat geografis tempat tersebut.

sumber : www.asikbelajar.com

Cara Sederhana Membuat Pupuk Organik Cair

 
Pupuk organik cair dalam pembahasan ini mengacu pada pengertian pupuk organik dan pupuk kompos yang telah dibahas dalam artikel sebelumnya. Secara singkat bisa dikatakan pupuk organik cair adalah pupuk berfasa cair yang dibuat dari bahan-bahan organik melalui proses pengomposan.
Terdapat dua macam tipe pupuk organik cair yang dibuat melalui proses pengomposan. Pertama adalah pupuk organik cair yang dibuat dengan cara melarutkan pupuk organik yang telah jadi atau setengah jadi ke dalam air. Jenis pupuk yang dilarutkan bisa berupa pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos atau campuran semuanya. Pupuk organik cair semacam ini karakteristiknya tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, hanya saja wujudnya berupa cairan. Dalam bahasa lebih mudah, kira-kira seperti teh yang dicelupkan ke dalam air lalu airnya dijadikan pupuk.
Pupuk cair tipe ini suspensi larutannya kurang stabil dan mudah mengendap. Kita tidak bisa menyimpan pupuk tipe ini dalam jangka waktu lama. Setelah jadi biasanya harus langsung digunakan. Pengaplikasiannya dilakukan dengan cara menyiramkan pupuk pada permukaan tanah disekitar tanaman, tidak disemprotkan ke daun.
Kedua adalah pupuk organik cair yang dibuat dari bahan-bahan organik yang difermentasikan dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Bahan bakunya dari material organik yang belum terkomposkan. Unsur hara yang terkandung dalam larutan pupuk cair tipe ini benar-benar berbentuk cair. Jadi larutannya lebih stabil. Bila dibiarkan tidak mengendap. Oleh karena itu, sifat dan karakteristiknya pun berbeda dengan pupuk cair yang dibuat dari pupuk padat yang dilarutkan ke dalam air. Tulisan ini bermaksud untuk membahas pupuk organik cair tipe yang kedua.

Sifat dan karakteristik pupuk organik cair

Pupuk organik cair tidak bisa dijadikan pupuk utama dalam bercocok tanam. Sebaiknya gunakan pupuk organik padat sebagai pupuk utama/dasar. Pupuk organik padat akan tersimpan lebih lama dalam media tanam dan bisa menyediakan hara untuk jangka yang panjang. Sedangkan, nutrisi yang ada pada pupuk cair lebih rentan terbawa erosi. Namun di sisi lain, lebih mudah dicerna oleh tanaman.
Jenis pupuk cair lebih efektif dan efesien jika diaplikasikan pada daun, bunga dan batang dibanding pada media tanam (kecuali pada metode hidroponik). Pupuk organik cair bisa berfungsi sebagai perangsang tumbuh. Terutama saat tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif untuk merangsang pertumbuhan buah dan biji. Daun dan batang bisa menyerap secara langsung pupuk yang diberikan melalui stomata atau pori-pori yang ada pada permukaannya.
Pemberian pupuk organik cair lewat daun harus hati-hati. Jaga jangan sampai overdosis, karena bisa mematikan tanaman. Pemberian pupuk daun yang berlebih juga akan mengundang hama dan penyakit pada tanaman. Jadi, ketepatan takaran harus benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan hasil maksimal.
Setiap tanaman mempunyai kapasitas dalam menyerap nutrisi sebagai makanannya. Secara teoritik, tanaman hanya sanggup menyerap unsur hara yang tersedia dalam tanah tidak lebih dari 2% per hari. Pada daun, meskipun kami belum menemukan angka persisnya, bisa diperkirakan jumlahnya tidak lebih dari 2%. Oleh karena itu pemberian pupuk organik cair pada daun harus diencerkan terlebih dahulu.
Karena sifatnya sebagai pupuk tambahan, pupuk organik cair sebaiknya kaya akan unsur hara mikro. Sementara unsur hara makro dipenuhi oleh pupuk utama lewat tanah, pupuk organik cair harus memberikan unsur hara mikro yang lebih. Untuk mendapatkan kandungan hara mikro, bisa dipilah dari bahan baku pupuk.

Cara membuat pupuk organik cair

  • Siapkan bahan-bahan berikut: 1 karung kotoran ayam, setengah karung dedak, 30 kg hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa), 100 gram gula merah, 50 ml bioaktivator (EM4), air bersih secukupnya.
  • Siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua ukuran 1 liter. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.
  • Potong atau rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
  • Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
  • Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.
  • Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menyetabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong.
  • Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang.
  • Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.
  • Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan.
Cara membuat pupuk organik cair
Gambar tempat pembuatan pupuk organik cair

Penggunaan pupuk organik cair

Pupuk organik cair diaplikasikan pada daun, bunga atau batang. Caranya dengan mengencerkan pupuk dengan air bersih terlebih dahulu kemudian disemprotkan pada tanaman. Kepekatan pupuk organik cair yang akan disemprotkan tidak boleh lebih dari 2%. Pada kebanyakan produk, pengenceran dilakukan hingga seratus kalinya. Artinya, setiap 1 liter pupuk diencerkan dengan 100 liter air.
Untuk merangsang pertumbuhan daun, pupuk organik cair bisa disemprotkan pada tanaman yang baru bertunas. Sedangkan untuk menghasilkan buah, biji atau umbi, pupuk disemprotkan saat perubahan fase tanaman dari vegetatif ke generatif. Bisa disemprotkan langsung pada bunga ataupun pada batang dan daun. Setiap penyemprotan hendaknya dilakukan dengan interval waktu satu minggu jika musim kering atau 3 hari sekali pada musim hujan. Namun dosis ini harus disesuaikan lagi dengan jenis tanaman yang akan disemprot.
Pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan daun, gunakan pupuk organik cair yang banyak mengandung nitrogen. Caranya adalah dengan membuat pupuk dari bahan baku kaya nitrogen seperti kotoran ayam, hijauan dan jerami. Sedangkan pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan buah, gunakan bahan baku pupuk yang kaya kalium dan fosfor, seperti kotoran kambing, kotoran sapi, sekam padi dan dedak. Kandungan setiap jenis material organik bisa dilihat di tabel berikut.
Secara sederhana bisa dikatakan, untuk membuat pupuk perangsang daun gunakan sumber bahan organik dari jenis daun-daunan. Sedangkan untuk membuat pupuk perangsang buah gunakan bahan organik dari sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit buah-buahan.

Sumber : www.alamtani.com