}

Sunday, 19 November 2017

Wisata Makan Durian Di Doro Pekalongan

buat sampean-sampean yang ingin berlibur bareng keluarga, bareng teman, atau pacar dan ingin mencicipi legitnya makan durian matang pohon asli dari doro, yang ingin wisata makan durian doro, yuk silahkan mampir di tempat kami "WARYO DURIAN", kami menyediakan berbagai macam durian lokal doro yang enak (matang pohon), untuk lokasi kami ada di desa suroloyo lemahabang, doro pekalongan:

bisa juga dengan menggunakan google map : ketik aja "WARYO DURIAN"
berikut beberapa foto koleksi kami :

1. Bawor
2. Lokal Unggulan
dan masih banyak lagi durian yang insyallah MAK NYUSSS...
bisa juga hubungi : WA 085722087290 or SMS 085799224941

Tuesday, 20 December 2016

Salah satu jenis durian lokal unggulan di Waryo Durian Doro

           Bicara jenis durian tidak akan ada habisnya, terutama jenis durian lokal. Yang dimaksud lokal menurut saya adalah buah yang memang asli dari daerah (lokal) tersebut. Umumnya durian lokal berasal dari biji yang kemudian tumbuh besar dan berbuah, maka buahnya tersebut dinamakan buah durian lokal...hehehe begitu kira-kira menutut saya.
          Pamor durian lokal khususnya lokal dari Indonesia "masih" kalah dengan durian import. Sebut saja Monthong misalnya, hampir semua pencinta durian tahu apa itu durian monthong. Durian lokal sebenarnya tidak kalah juga (dari segi kualitas buah). Akan tetapi belum ada yang memproduksi secara masal misalnya saja durian Matahari. Sehingga jumlah buah yang tersedia dipasaran masih jarang (bahkan mungkin tidak ada). Berbagai faktor bisa saja membuat kenapa durian lokal tidak dikenal.
          Bapak Waryo (petani durian) sudah puluhan tahun menanam berbagai jenis durian lokal unggulan, baik dari desa sendiri ataupun dari luar kota bahkan dari luar negeri (Chanee, Monthong dsb). Berbekal dari hobi sebagai petani durian, pak Waryo melakukan teknik sambung pucuk maupun teknik sambung sisip untuk menghasilkan buah durian yang beliau inginkan. Dari berbagai hasil okulasinya sudah banyak yang berbuah, diantaranya adalah durian yang akan saya perlihatkan dibawah ini.
          Penamaan yang belum terstrandar, dikarenakan bagi petani tradisional sering salah kaprah dalam penyebutan jenis tertentu. Ditiap daerah juga masih banyak durian dengan jenis sama namun penyebutannya berbeda. Salah satunya durian dibawah ini,
Koleksi Waryo Durian
Bapak Waryo sendiri menamainya durian "Kani", entah itu benar atau tidak (menurut sertifikasi bibit) yang jelas untuk buah yang satu ini selalu menjadi primadona. Pada setiap musim durian banyak pelanggan yang menanyakan apakah buah durian kani di waryo durian berbuah atau tidak?
Dari berbagai kota permintaan selalu berdatangan, namun untuk memenuhi kebutuhan dari lokal saja (desa suroloyo lemah abang doro dan sekitaranya saja belum tercukupi). Dikarenakan koleksi jenis ini masih sedikit, dan dimusim ini (2016-2017) hanya tersisa 1 butir saja. Overall salah satu koleksi durian di Waryo Durian yang satu ini layak untuk anda coba jika berkunjung ke Waryo Durian,
      Berikut kami sajikan fotonya dulu yaaaa......Gambar diambil pada bulan Desember 2016










Tuesday, 15 November 2016

Kenapa Durian jadi tidak manis rasanya ?

Berkebun tidak semudah yang dibayangkan, tidak seindah kisah-kisah petani yang sudah sukses, harus melewati 99 halangan dan 99 rintangan, hehehee.....kera sakti kale harus melewati itu.
Tapi bener loh berkebun itu tidak mudah, terutama berkebun buah-buahan. Ada aja permasalahannya, mulai dari pembibitan, pemupukan, perawatan buah dan pohon serta masih banyak lainnya. Contoh salah satu buah yang dikebunkan adalah Durian.
Durian --monthong utamanya-- sudah banyak dikebunkan di Indonesia, namun rasanya ada yang tidak manis/ hambarr. Durian lokal juga sama, kalau sudah memasuki musim hujam maka rasanya tidak semanis seperti musim kemarau. Untuk mempertahankan kualitas rasa seperti musim kemarau sangat sulit, bahkan bagi petani tradisional belum bisa menyeragamkan kualitas.
Khusus untuk durian misalnya, ketika masuk musim hujan seperti ini banyak petani yang tidak ke kebun melainkan berdoa, hehehe...
Nih saya copas tulisan dari teman di fb yaitu mas Kebon Nogo Agus Roma yang membahas mengenai mengapa durian jadi tidak manis rasanya, berikut tulisannya yang kurang lebih serti ini :
Kenapa kog Buah Durian rasanya hambar?
Saat ini banyak sekali yang tanam buah-buahan didepan rumah atau pekarangan, selain sebagai tanaman penyejuk, juga suatu kesenangan tersendiri apabila halaman rumah nampak rimbunnya buah buahan. Namun banyak yang kecewa karena tanaman buahnya tidak semanis yang diharapkan. Terkadang buah sampai rimbun dan tua, namun tidak laku alias tidak ada yang mau memetiknya karena rasanya yang tidak enak atau tidak manis. Sungguh sedih rasanya.
Ternyata ada beberapa sebab yang membuat buah tidak manis bahkan asam rasanya, antara lain:
1.Curah hujan tinggi atau tanah cenderung basah, curah hujan yang tinggi membuat buah mengandung banyak air sehingga rasa juga lebih hambar, disamping itu curah hujan tinggi membuat kondisi tanah menjadi asam sehingga membuat kondisi tanaman menurun.
2.Ketersediaan Unsur hara karena tidak pernah dipupuk, tumbuhan sama halnya dengan manusia, membutuhkan makanan yang lengkap untuk terus hidup dan bekerja/produktif, begitu pula tumbuhan membutuhkan pupuk untuk memenuhi kebutuhannya untuk tumbuh dan memproduksi buah. Salah satu pupuk yang bisa digunakan untuk mendukung buah menjadi manis yaitu Pupuk Pemanis Buah BrixUP.
3.Kondisi lingkungan atau ketinggian daerah, secara umum tanaman buah akan menjadi lebih manis apabila ditanam didaerah panas atau dataran rendah. Ini berlaku hampir disemua jenis buah buahan, oleh karena itu penghasil buah buah yang manis biasanya terkonsentrasi di daerah panas. Namun dengan pengkondisian khusus, tanaman di daerah dingin juga bisa menghasilkan buah yang manis, seperti pemakaian Green House dan pemakaian Pupuk Pemanis Buah.
Jadi apabila anda memiliki tanaman buah manga, belimbing, buah tin, buah naga, durian atau buah yang lain yang rasanya hambar, masih ada acara untuk membuatnya lebih manis.
Berikut tips membuat buah menjadi lebih manis:
1. Silahkan cek pH tanah, apabila pH dibawah angka 4, maka sangat diperlukan proses pengapuran atau penaburan kaptan/dolomit pada tanah. Cek setelah 3hari, apabila pH masih dibawah 4 maka perlu penambahan kaptan/dolomit.
2. Penyiraman dengan Pupuk yang mendukung untuk membuat buah lebih manis, bisa digunakan Pupuk Pemanis Buah BriXUP.
3. Apabila curah hujan tinggi, atur pola irigasi sehingga tanaman tidak tergenang air hujan, pemakaian mulsa plastik juga bisa menjadi solusi.
4. Usahakan tanah dibawah pohon lebih tinggi daripada tinggi tanah secara umum, hal ini untuk menjaga PH tanah.
Selamat mencoba


Wednesday, 19 October 2016

Mencicipi "Durian Lay", Durian enak bukan durian ketela

Alhamdulillah, musim durian sudah segera mulai, beberapa pohon durian disekitar rumah udah mulai memunculkan bunga, bahkan ada beberapa yang sudah menjadi buah. Tepat didepan rumah ada pohon milik tetangga bahkan sudah besar-besar, buahnya juga banyak. Bersyukur bapak saya sudah menanam durian dari jaman dulu, udah puluhan tahun, dikebun saja ada pohon hasil okulasi yang sebesar badanku. Itu artinya beliau (bapak saya) sudah mulai menanam durian unggulan sejak lama sekali. Salah satu durian pilihan beliau adalah durian Lay. Durian yang konon berasal dari kalimantan ini tumbuh subuh dikebun bapak. Jumlahnya cuman satu pohon, sudah besar umurnya diperkirakan sudah mencapai 15 an tahun. Musim durian kali ini (yang belum mulai sebenarnya) durian Lay punya bapak berbuah 3. Satu diantaranya jatuh sebelum matang. Akhirnya alhamdulillah ada 3 buah yang bisa terselamatkan.

Sebagai anak, saya mendapat kehormatan mencicipi durian lay ini satu butir utuh. Setelah beberapa hari diperam --walaupun sudah matang pohon--- tibalah saya membuka buah berduri ini. Banyak sekali suara miring mengenai durian asal pulau seberang ini. Ada yang bilang durian ketela, durian bagus tampilan tapi rasa menipu dll. Ya tidak bisa menyalahkan juga mungkin yang bilang seperti itu sudah pernah memakan dan kecewa. Makanya sebuah tantangan bagi saya untuk mencoba sendiri seperti apa rasanya durian lay ini.

begitu kulit durian ini dibuka, wowww....saya sangat terkejut, warna kuningnya sangat istimewa....orange keemasan. Sepeti warna nangka begitulah. Tak sabar rasanya tangan ini untuk mencoba mengambil isi dari durian lay ini. Sebelum mengambil saya perhatikan daging buah ini yang agak mengkerut, memperlihatkan bahwa dagingnya begitu lunak, saya yakin rasanya enak.

akhirnya tanpa pikir panjang lebar langsung saya lepppp......hmmm luar biasa, banyak orang bilang durian ketela, durian penipu, setelah daging durian lay yang lembut ini masuk ke mulut saya semua itu saya anggap sebagai "fitnah". Rasa lay menurut saya 90% bahkan 99% seperti rasa durian. Kelegitannya, kelembutannya dimulut sampai ketika saya menelan ditenggorokan seperti masih nyangkut. Memang diakui ada beberapa perbedaan dengan durian yang pada umumnya saya makan. Tapi berbedaanya sangat sedikit sekali, diantaranya bau durian lay tidak seharum durian pada umumnya. Lay menurut saya mirip seperti ada kunyit-kunyitnya gitu, terus biji pada lay juga lebih gelap, seperti biji durian yang sudah tua matang pohon. Dan antara daging dan biji mudah sekali dipisahkan (nglotoknya), hal ini berbeda dengan durian pada umumnya yang apabila sudah matang berdaging lembut sedikit "benyek" dan sudah memisahkan antara daging dan biji.
Bagi saya lay mungkin berbeda dengan durian pada umumnya tapi secara rasa saya sebagai yang sudah menikmati durian lay ini tidak rela kalau durian seenak ini dibilang seperti ketela. Mungkin bagi sebagian orang yang bilang lay seperti ketela adalah bagi mereka yang makan lay dalam keadaan tidak matang, masih keras atau keadaan lainnya. Kita perlu ingat bahwa durian umum juga tidak akan enak dimakan kalau dalam keadaan daging keras, termasuk monthong. Monthong yang berdaging keras rasanya seperti Nangka muda (gori), nah itu juga berlaku pada durian lay. Ayo coba dulu durian lay yang matang, yang benar-benar matang berdaging "amoh" lembut, setelah itu kami tunggu komentar anda....
Berani ???!!!




Wednesday, 5 October 2016

Oh Begini toh rasanya Jeruk Dekopon...

Ada jeruk yang saat ini lagi menjadi perbincangan dikalangan petani, konon katanya berasal dari Jepang. Tidak ada bijinya, buanya juga lebih besar ada yang mencapai 1kilo satu buahnya. Dan yang lebih mencengangkan lagi "katanya" harga sekilo bisa mencapai Rp. 100.000. WOW banget kan?

Terus terang saya penasaran dan akhirnya googling, ada banyak ulasan mengenai jeruk ini. Dari berbagai website menerangkan tentang jeruk ini. Mulai dari rasa, warna dan tentunya harga yang menggiurkan. Banyak juga foto-foto dekopon baik asli dari jepang maupun yang hasil dari budidaya di Bandung.

Karena rasa ingin tau saya itulah maka saya bertanya kepada teman, namanya bapak Budi Hartono, seorang pembibit asal Cirebon yang beliau sudah memiliki bibit bahkan sudah menjadi indukan. Dekopon yang ada di "Bibit Unggul Nursery" (nama pembibitan milik pak Budi Hartono) itu ditanam dalam pot dan sudah berbuah. Dari sekitar 3 atau 4 pohon (saya lupa pastinya berapa) sudah berbuah semua. Sebagian sudah menjelang matang. Alhamdulillah atas kebaikan beliau akhirnya saya kebagian 2 buah. Ukurannya cukup besar menurut saya yang biasah membli jeruk dipasar. Bagi saya ukuran jeruk yang hampir satu mangkok itu seperti "Jeruk Jumbo". Tidak saya timbang tapi kira-kira itu sekitar 3 ons kurang lebih. Satunya lagi sekitar 2 ons (kurang lebih juga).

Kalau dari segi warna agak kurang cerah seperti yang saya lihat di Google. Apa ini dikarenakan dekopon dari pak Budi ini ditanam di daerah panas (Cirebon). Atau mungkin karena di tanam di dalam pot sehingga nutrisi kurang? ya saya belum tahu jawabannya. Kalau soal rasa (lagi lagi menurut saya) kurang manis, masih ada asam-asamnya gitu (hahaha). Kata pemiliknya (pak Budi Hartono) di "duga" kurang KCL, gitu katanya.






yaudah mari saksikan videonya aja, cekidot :

https://www.youtube.com/watch?v=z1qLYdOULUo