}

Tuesday, 13 September 2016

MUSIM DURIAN DI WARYO DURIAN PEKALONGAN

Mengingat banyak tamu yang menanyakan ke kontak "Waryo Durian", maka sekali lagi kami informasikan bahwa di Waryo Durian untuk saat ini belum musim, sebagai informasi untuk durian lokal kira-kira 2-3 bulan lagi baru mulai ada yang matang pohon (Desember - Januari 2016), sedangkan untuk jenis Bawor bisa lebih lama lagi 2-3 bulan berikutnya.

Untuk informasi lebih lengkap dan fastest respon silahkan :
1. Via WA / 0857-2208-7290
2. Halaman Facebook "Waryo Durian" di "Waryo Durian on Facebook"

Mohon maaf apabila respon lambat mengingat lokasi Waryo Durian sendiri masih benar-benar di desa (sinyal semua operator susah).

terima kasih atas kunjungan anda, mudah-mudahan Durian menjadikan silaturahmi diantara kita,
salam "Pecinta Durian"......

Sunday, 10 April 2016

Fungsi Unsur Hara Makro (N-P-K)

Banyak para teman-teman pekebun duriandan bertanya tentang komposisi kandungan pupuk dan prosentase kandungan N, P dan K yang tepat untuk tanaman yang bibit, remaja atau dewasa/indukan. Berikut ini adalah fungsi-fungsi masing-masing unsur tersebut :

Nitrogen ( N )
-Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan
-Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri
-Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman
-Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun
-Tanaman yang kekurangan unsur N gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati.

Fosfor ( P )
-Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman
-Merangsang pembungaan dan pembuahan
-Merangsang pertumbuhan akar
-Merangsang pembentukan biji
-Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel
-Tanaman yang kekurangan unsur P gejaalanya : pembentukan buah/dan biji berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat )

Kalium ( K )
-Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.
-Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit
-Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.


sumber : http://old.denidi.com

Monday, 4 April 2016

Cara membuat pohon durian cepat berbuah dalam waktu 4 tahun (Kisah nyata)

Pohon durian termasuk kedalam tanaman keras, yang umumnya berbuah dalam rentan waktu 10 sampai dengan 15 tahun tanam dari biji. Lamanya durian berbuah dikarenakan dalam berbuah pohon memerlukan kesiapan baik dari batang pohon maupun daunnya. Batang yang besar dapat sebagai tempat buah durian yang berat. Untuk ranting yang kecil dan ada buahnya biasanya setelah berbuah akan mati.

Namun dengan kemajuan dibidang pertanian saat ini pohon durian yang tadinya puluhan tahun bisa dengan cepat berbuah bahkan dalam tempo waktu 4 tahun. Adapun caranya dengan cara Sambung Sisip untuk mengetahui detail caranya klik di sini juga bisa.

Pada ini teknik sambung sisip prinsipnya adalah sebagai berikut :
1. Pilih biji durian (kalau bisa durian lokal saja) yang umur pohonnya sudah tua, semakin tua semakin bagus, diatas 50 tahun lebih bagus.
2. Pilihlah biji yang berada di bagian tengah, jangan di pinggir atau atas.
3. Biji disemai dengan polibeg atau langsung tanam dilahan.
4. Setelah biji tumbuh dan ada batangnya (-+ 4 bulan) makan di sambung dengan durian unggulan misal dengan Musangking atau Bawor menggunakan teknik Sambung Sisip.
5. Kalau sudah jadi maka segera di tanam ke tanah, dipastikan jangan sampai terhalang sinar matahari agar pertumbuhan maksimal
6. Jangan lupa pengairan pada musim kemarau. dan juga pemupukan.
7. Dalam waktu 4 tahun bibit yang kecil tadi akan mulai belajar berbunga (apabila perawatan bagus dan sinar matahari juga bagus).

inilah beberapa contoh durian hasil sambung sisip.


atau lebih cepat lagi kalau kita melakukan Top Working /ganti kepala (baca : Petunjuk Top Working), karena memanfaatkan akar pohon yang sudah banyak dengan mengganti batang atasnya...ini contoh hasil top working :
 


Bahkan percaya atau tidak ini hasil top working 15 bulan sudah muncul bunga, meskipun pada akhirnya rontok tidak jadi buah...

Nah begitulah cara agar pohon durian cepat berbuah. Semoga bermanfaat.......








Wednesday, 30 March 2016

Hama dan Penyakit pada Tanaman Durian

Para peneliti di Indonesia telah membuat daftar hama dan penyakit tanaman durian dilansir dalam jurnal berjudul ‘Durian. Petunjuk Budidaya dari PT. Pusri’ (2000),  serta tulisan Dalmadi (2009) berjudul ‘Kiat Membuat Durian Berbuah di Luar Musim’ dari Badan Litbang Pertanian, di antaranya sebagai berikut:

Hama tanaman durian

  • Penggerek buah (Jawa : Gala-gala)
Hama ini menyerang buah durian dengan cara meletakkan telur di kulit buah dan melindunginya dengan jaring-jaring mirip rumah laba-laba.
Larva yang telah menetas dari telur akan langsung menggerek dan melubangi dinding-dinding buah hingga masuk ke dalam. Larva tersebut tinggal dalam buah sampai menjadi dewasa, menyebabkan buah yang terserang kadang-kadang sampai terjatuh sebelum tua.
Serangga penggerek buah menyebar dengan cara terbang dari pohon durian yang satu ke pohon lainnya. Serangga ini bertelur pada buah durian yang dihinggapinya secara periodik setiap menjelang musim kemarau.
Pengendalian: untuk mengatasi hama penggerek buah dapat dilakukan dengan insektisida, seperti Basudin, Sumithion 50 AC, Thiodan 35 EC, dengan dosis 2-3 cc/liter air.
  • Ulat penggerek bunga (Prays citry)
Ulat penggerek bunga akan menyerang tanaman yang baru berbunga, terutama pada bagian kuncup bunga durian dan calon buah.
Pada umumnya ulat ini memiliki tubuh berwarna hijau dengan kepala merah coklat. Warna ini akan berubah menjadi merah sawo kecoklatan dan abu-abu setelah menjadi kupu-kupu. Ulat ini bertubuh langsing.
Gejala durian yang terserang hama ini adalah kuncup bunganya rusak dan putik banyak yang berguguran. Benang sari dan tajuk bunga pun rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah akibat digerek ulat.
Tanaman lain dapat tertular hama ini melalui perantara kupu-kupu hama tersebut.
Pengendalian: untuk mengatasi ulat penggerek bunga dapat dilakukan dengan menyemprotkan obat-obatan seperti Supracide 40 EC, nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/liter).
ADVERTISEMENT
  • Ulat penggerek batang (Xyleutes leucantus don Zeuzera caffiae)
Serangan ditandai dengan menumpuknya kotoran di bawah batang hingga keluar air dengan kotoran berwarna merah mengakibatkan tanaman yang terserang akan layu dan mati.
Pengendalian: Hama ulat penggerek batang pada umumnya dapat dibasmi dengan cara mekanis/ kultur teknis. Batang tanaman yang terserang dipotong 5 cm kemudian dimusnahkan. Bisa juga dilakukan dengan memasukkan kawat ke dalam lubang dengan harapan ulat terkena dan mati.
Sedangkan cara kimiawi dilakukan penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif Tamaron 0,3 % dan Diazinon 0,5 % yang disemprotkan sesuai dosis. Dan banyak lagi hama pada tanaman durian yang perlu diwaspadai.
  • Kutu loncat durian
Hama ini merupakan serangga berwarna kecoklatan dan tubuhnya diselimuti benang-benang lilin putih hasil sekresi tubuhnya; bentuk tubuh, sayap dan tungkainya mirip kutu loncat yang menyerang tanaman lamtoro.
Kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yang masih muda dan menghisap cairan pada tulang-tulang daun hingga daun-daun menjadi kerdil akibat pertumbuhannya terhambat.
Setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yang pekat dan manis secara merata ke seluruh permukaan daun sehingga mengundang semut-semut bergerombol.
Pengendalian: daun dan ranting-ranting yang terserang dipangkas untuk dimusnahkan. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100-150 gram/5 liter air.
  • Lalat buah (dacus dorsalis)
Gejala tanaman durian yang terserang hama ini adalah buahnya menjadi busuk, berulat, dan akhirnya rontok. Lalat betina berujung perut runcing mirip lebah menaruh telur dengan cara menyuntikkan ke bagian dalam buah, dan saat telur menetas, ia berubah menjadi ulat yang menyantap daging buah.
Pengendalian: bisa menggunakan cara kultur teknis yaitu sanitasi lingkungan dengan pengumpulan buah yang terserang, baik yang terjatuh maupun yang masih di pohon untuk kemudian dimusnahkan.
Pengendalian dengan tanaman perangkap juga bisa dilakukan yaitu dengan menanam selasih di sekeliling kebun. Bisa juga dilakukan dengan pengasapan tidak sampai terbakar ke seluruh bagian tanaman.
Bila menggunakan pengendalian mekanik dilakukan dengan perangkap atraktan (metil eugenol, protein hidrolisa, atau selasih) dalam alat perangkap yang terbuat dari botol bekas air minum yang diberi lubang untuk masuknya lalat buah.

Penyakit tanaman durian

  • Penyakit Busuk Akar (Pythium vxans.)
Gejala penyakit ini yakni terdapat bercak nekrotik pada akar lateral. dimulai dari ujung akar hingga tanaman layu dan mati.
Jika dibelah, pada bagian korteks akan tampak warna coklat dan pada bagian yang berkayu akan tampak warna merah muda dengan bercak coklat.
Pengendalian: tanaman yang terserang dimusnahkan dan dibakar.
  • Kanker bercak
Penyakit ini disebabkan Pythium palvimora, yang menyerang bagian kulit batang dan kayu. Penyebaran terjadi melalui spora sembara bersamaan dengan butir-butir tanah atau bahan organik yang tersangkut air.
Penyebaran penyakit ini dipacu oleh curah hujan yang tinggi dalam cuaca kering. Jamur dapat tumbuh dengan baik pada suhu antara 12-35 derajat C.
Gejala penyakit ini adalah kulit batang durian yang terserang mengeluarkan blendok (gum) yang gelap; jaringan kulit berubah merah kelam, coklat tua atau hitam; bagian yang sakit dapat meluas ke dalam sampai ke kayu; daun-daun rontok dan ranting-ranting muda dari ujung mulai mati.
Pengendalian: (1) perbaikan drainase agar air hujan tidak mengalir dipermukaan tanah dan untuk batang yang sakit; (2) potong kulit yang sakit sampai ke kayunya yang sehat dan potongan tanaman yang sakit harus dibakar, sedangkan bagian yang terluka diolesi fungisida, misalnya difolatan 4 F 3%.
  • Phytopthora parasitica dan Pythium complectens
Penyakit ini disebabkan Pythium complectens, yang menyerang bagian tanaman seperti daun, akar, dan percabangan.
Ia menulari dengan cepat pohon lain yang berdekatan bersama-sama dengan larutnya tanah atau bahan organik yang terangkut air bila ada akar yang terluka.
Gejalanya adalah daun durian yang terserang menguning dan gugur mulai dari daun yang tua, cabang pohon kelihatan sakit dan ujung-ujungnya mati, diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang di bawahnya. Kulit di atas permukaan tanah menjadi coklat dan membusuk.
Pembusukan pada akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dapat meluas dari ujung akar lateral sampai ke akar tunggang. Jika dilihat dari luar akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi colat tua dan jaringan pembuluh menjadi merah jambu.
Pengendalian: (1) upayakan drainase yang baik agar tanah tidak terlalu basah dan air tidak mengalir ke permukaan tanah pada waktu hujan; (2) pohon yang sakit dibongkar sampai ke akarnya dan dibakar; (3) pilih bibit durian kerikil untuk batang bawah karena jenis ini lebioh tahan terhadap serangan jamur sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit busuk.
  • Jamur upas
Tanaman durian yang terserang pada cabang-cabang dan kulit kayu terdapat benang-benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba.
Jamur ini berkembang menjadi kerak berwarna merah jambu dan masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga menyebabkan matinya cabang.
Pengendalian: (1) serangan jamur yang masih pada tingkat sarang laba-laba dapat dikendalikan dengan cara melumasi cabang yang terserang degan fungisida, misalnya calizin RM; (2) jika jamur sudah membentuk kerak merah jambu, sebaiknya dilakukan pemotongan cabang kira-kira lebih 30 cm ke bawah bagian yang berjamur; (3) dengan menyemprotkanAntrocol 70 WP (propineb 70,5%), dosis 100-200 gram/liter air atau 1-1,5 kg/ha aplikasi.
***
Demikian berbagai jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman durian. Diharapkan akan semakin banyak penelitian serupa dan dengan semakin populernya budidaya organik akan ditemukan cara untuk membasmi hama dan penyakit dengan cara yang minim bahan-bahan kimiawi. Semoga bermanfaat

Sumber : www.teruskan.com

Monday, 28 March 2016

Durian Doro, durian lokal yang paling dicari di Pekalongan

Bagi para traveler selama ini kalau mengunjungi Pekalongan pasti yang dicari Batik. Pekalongan memang surganya belanja batik, berbagai macam tempat penjualan batik murah-murah disepanjang pantura Pekalongan. Namun tidak hanya batik di Pekalongan, ke selatan ada kecamatan penghasil Durian Lokal Unggulan, kecamatan itu bernama Doro.

Sudah sejak jaman dahulu kala Doro dikenal sebagai penghasil durian yang banyak di kawasan Kabupaten Pekalongan. Pohon Durian lokal asli dari Doro tumbuh dengan suburnya menghasilkan daging-daging durian yang manis legit yang kalau dimakan masih terasa di tenggorokan. Disepanjang jalan di Doro durian diperjual belikan. Dipasar Doro misalnya setiap pagi ribuan butir durian dari desa di wilayah Doro dijual. Durian lokal dari Doro menjadi favorit para maniak durian yang berkunjung di kota batik ini. Rasa manis dan daging tebat serta warna yang menarik menjadi andalan durian lokal Doro. Berikut beberapa durian lokal asal Doro yang menjadi incaran penggemar durian. Tidak heran durian dari kecamatan Doro menjadi favorit karena kalau diadakan festival durian Pekalongan (level tingkat kabupaten) durian-durian dari Doro lah yang menjadi langganan juaranya. Ini ada beberapa (hanya beberapa dari ratusan durian unggulan di Doro) yang paling di cari :









Menuju ke arah barat, tepatnya ke arah Karanganyar dan Kajen sepanjang jalan penjual durian ketengan banyak ditemukan. Sekedar tips bagi yang melakukann perburuan durian di Doro adalah sebisa mungkin dibuka ditempatnya. Jangan sampai terkecoh dengan durian seolah-olah murah tapi pada akhirnya tidak bisa dimakan dengan puas. Pilihlah yang durian matang pohon bukan dari peraman. Kalau bisa datang langsung ke petaninya agar harga lebih murah dan kualitas dari durian itu sendiri lebih terjamin, dikarenakan kalau membeli di rumah petaninya langsung maka kalau durian yang dibeli apabila tidak enak maka kita tidak usah membayarnya. Nah ada tempat makan durian seperti itu di Doro Pekalongan yaitu di Waryo Durian.