}

Sunday, 20 March 2016

Cara Sederhana Membuat Pupuk Organik Cair

 
Pupuk organik cair dalam pembahasan ini mengacu pada pengertian pupuk organik dan pupuk kompos yang telah dibahas dalam artikel sebelumnya. Secara singkat bisa dikatakan pupuk organik cair adalah pupuk berfasa cair yang dibuat dari bahan-bahan organik melalui proses pengomposan.
Terdapat dua macam tipe pupuk organik cair yang dibuat melalui proses pengomposan. Pertama adalah pupuk organik cair yang dibuat dengan cara melarutkan pupuk organik yang telah jadi atau setengah jadi ke dalam air. Jenis pupuk yang dilarutkan bisa berupa pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos atau campuran semuanya. Pupuk organik cair semacam ini karakteristiknya tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, hanya saja wujudnya berupa cairan. Dalam bahasa lebih mudah, kira-kira seperti teh yang dicelupkan ke dalam air lalu airnya dijadikan pupuk.
Pupuk cair tipe ini suspensi larutannya kurang stabil dan mudah mengendap. Kita tidak bisa menyimpan pupuk tipe ini dalam jangka waktu lama. Setelah jadi biasanya harus langsung digunakan. Pengaplikasiannya dilakukan dengan cara menyiramkan pupuk pada permukaan tanah disekitar tanaman, tidak disemprotkan ke daun.
Kedua adalah pupuk organik cair yang dibuat dari bahan-bahan organik yang difermentasikan dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup. Bahan bakunya dari material organik yang belum terkomposkan. Unsur hara yang terkandung dalam larutan pupuk cair tipe ini benar-benar berbentuk cair. Jadi larutannya lebih stabil. Bila dibiarkan tidak mengendap. Oleh karena itu, sifat dan karakteristiknya pun berbeda dengan pupuk cair yang dibuat dari pupuk padat yang dilarutkan ke dalam air. Tulisan ini bermaksud untuk membahas pupuk organik cair tipe yang kedua.

Sifat dan karakteristik pupuk organik cair

Pupuk organik cair tidak bisa dijadikan pupuk utama dalam bercocok tanam. Sebaiknya gunakan pupuk organik padat sebagai pupuk utama/dasar. Pupuk organik padat akan tersimpan lebih lama dalam media tanam dan bisa menyediakan hara untuk jangka yang panjang. Sedangkan, nutrisi yang ada pada pupuk cair lebih rentan terbawa erosi. Namun di sisi lain, lebih mudah dicerna oleh tanaman.
Jenis pupuk cair lebih efektif dan efesien jika diaplikasikan pada daun, bunga dan batang dibanding pada media tanam (kecuali pada metode hidroponik). Pupuk organik cair bisa berfungsi sebagai perangsang tumbuh. Terutama saat tanaman mulai bertunas atau saat perubahan dari fase vegetatif ke generatif untuk merangsang pertumbuhan buah dan biji. Daun dan batang bisa menyerap secara langsung pupuk yang diberikan melalui stomata atau pori-pori yang ada pada permukaannya.
Pemberian pupuk organik cair lewat daun harus hati-hati. Jaga jangan sampai overdosis, karena bisa mematikan tanaman. Pemberian pupuk daun yang berlebih juga akan mengundang hama dan penyakit pada tanaman. Jadi, ketepatan takaran harus benar-benar diperhatikan untuk mendapatkan hasil maksimal.
Setiap tanaman mempunyai kapasitas dalam menyerap nutrisi sebagai makanannya. Secara teoritik, tanaman hanya sanggup menyerap unsur hara yang tersedia dalam tanah tidak lebih dari 2% per hari. Pada daun, meskipun kami belum menemukan angka persisnya, bisa diperkirakan jumlahnya tidak lebih dari 2%. Oleh karena itu pemberian pupuk organik cair pada daun harus diencerkan terlebih dahulu.
Karena sifatnya sebagai pupuk tambahan, pupuk organik cair sebaiknya kaya akan unsur hara mikro. Sementara unsur hara makro dipenuhi oleh pupuk utama lewat tanah, pupuk organik cair harus memberikan unsur hara mikro yang lebih. Untuk mendapatkan kandungan hara mikro, bisa dipilah dari bahan baku pupuk.

Cara membuat pupuk organik cair

  • Siapkan bahan-bahan berikut: 1 karung kotoran ayam, setengah karung dedak, 30 kg hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa), 100 gram gula merah, 50 ml bioaktivator (EM4), air bersih secukupnya.
  • Siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua ukuran 1 liter. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.
  • Potong atau rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air. Kemudian aduk-aduk hingga merata.
  • Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
  • Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.
  • Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob. Fungsi selang adalah untuk menyetabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar masuk ke dalam tong.
  • Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau adonan. Apabila wanginya seperti wangi tape, adonan sudah matang.
  • Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.
  • Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan. Apabila dikemas baik, pupuk bisa digunakan sampai 6 bulan.
Cara membuat pupuk organik cair
Gambar tempat pembuatan pupuk organik cair

Penggunaan pupuk organik cair

Pupuk organik cair diaplikasikan pada daun, bunga atau batang. Caranya dengan mengencerkan pupuk dengan air bersih terlebih dahulu kemudian disemprotkan pada tanaman. Kepekatan pupuk organik cair yang akan disemprotkan tidak boleh lebih dari 2%. Pada kebanyakan produk, pengenceran dilakukan hingga seratus kalinya. Artinya, setiap 1 liter pupuk diencerkan dengan 100 liter air.
Untuk merangsang pertumbuhan daun, pupuk organik cair bisa disemprotkan pada tanaman yang baru bertunas. Sedangkan untuk menghasilkan buah, biji atau umbi, pupuk disemprotkan saat perubahan fase tanaman dari vegetatif ke generatif. Bisa disemprotkan langsung pada bunga ataupun pada batang dan daun. Setiap penyemprotan hendaknya dilakukan dengan interval waktu satu minggu jika musim kering atau 3 hari sekali pada musim hujan. Namun dosis ini harus disesuaikan lagi dengan jenis tanaman yang akan disemprot.
Pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan daun, gunakan pupuk organik cair yang banyak mengandung nitrogen. Caranya adalah dengan membuat pupuk dari bahan baku kaya nitrogen seperti kotoran ayam, hijauan dan jerami. Sedangkan pada kasus pemupukan untuk pertumbuhan buah, gunakan bahan baku pupuk yang kaya kalium dan fosfor, seperti kotoran kambing, kotoran sapi, sekam padi dan dedak. Kandungan setiap jenis material organik bisa dilihat di tabel berikut.
Secara sederhana bisa dikatakan, untuk membuat pupuk perangsang daun gunakan sumber bahan organik dari jenis daun-daunan. Sedangkan untuk membuat pupuk perangsang buah gunakan bahan organik dari sisa limbah buah seperti sekam padi atau kulit buah-buahan.

Sumber : www.alamtani.com

Daftar Tujuan Wisata di Pekalongan



Daftar Tempat Wisata Pekalongan


Berbicara tentang Kota ini, satu kata yang langsung terlintas di benak Anda pasti tentang batik. Kota Pekalongan memang dikenal karena batiknya yang lembut dan indah.
Kota yang terletak di jalur pantai utara Jawa ini sudah mendapatkan julukan sebagai Kota Batik. Selain wisata belanja batik, Pekalongan ternyata juga beberapa tempat wisata lain yang wajib untuk dikunjungi. 

1. Museum Batik Pekalongan


Museum Batik Pekalongan merupakan tempat wisata pertama yang wajib didatangi.
Museum ini mempunyai beberapa koleksi batik yang cukup lengkap, dimulai dari batik kuno jaman penjajahan Belanda dan Jepang sampai batik yang berasal dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia. 

2. Curug Bajing


Curug Bajing merupakan wisata alam yang masih asli dan akan menjadi pemandangan yang bisa dinikmati sepanjang perjalanan.
Hamparan sawah terasering akan membuat suasana menuju curug Baijing seperti di Bali. Diperlukan 1,5 jam dari desa Tlogopakis untuk sampai di air terjun ini. 

3. Gunung dan Curug Rogojembangan


Selanjutnya adalah Gunung dan Curug Rogojembangan, perpaduan antara hijaunya hamparan sawah dan indahnya pemandangan gunung serta eksotisme alam sekitar akan membuat tempat ini wajib untuk anda kunjungi.
Selain itu juga bisa menjumpai kantung semar dan anggrek putih yang pastinya jarang pengunjung lihat di alam bebas. 

4. Kebun Teh Pagilaran


Kebun Teh Pagilaran adalah tempat wisata Pekalongan berikutnya yang tak kalah menarik untuk di kunjungi. Luasnya hamparan hijaunya teh akan Anda jumpai di sini dan ada beberapa macam permainan untuk anak-anak seperti kolam renang anak , flying fox, dan juga kebun binatang mini.
Bagi yang ingin menginap, banyak sekali disediakan homestay yang bisa disewa. Anda bisa melihat salah satu pabrik yang berdiri saat jaman Belanda dan di sini siapapun bisa melihat dari awal proses pemetikan daun teh sampai pengolahannya. Tiket masuk ke area Perkebunan Teh Pagilaran cukup murah, yaitu Rp 5.000 per orang. 

5. Desa Wisata Lolong


Tempat wisata di Pekalongan yang akan menguji nyali setiap pengunjung berikutnya adalah Desa Wisata Lolong atau sering disebut dengan lolong adventure. Di sini juga bisa mencicipi serunya wisata air berupa rafting.
Di lolong terdapat satu jembatan yang terkenal. Jembatan ini dibuat pada jaman dahulu dan masih kokoh berdiri sampai sekarang. 

6. Linggo Asri


Linggo Asri berada di Kecamatan Kajen. Ini memiliki berbagai tempat wisata di antaranya adalah lokasi outbond, kebun binatang, paintball, bumi perkemahan dan pemandangan pegunungan yang begitu asri.
Ketika pertama kali sampai di Linggo Asri, Anda akan di sambut dengan udara yang sangat sejuk dan begitu alami. 

7. Pantai Wonokerto


Tempat wisata di Pekalongan yang tidak kalah dengan indahnya pantai kuta bali adalah Pantai Wonokerto.
Pantai ini terletak di Utara Kabupaten Pekalongan dan memiliki keindahan sunset yang begitu memukau yang bisa wisatawan saksikan dengan gratis. 

8. Curug Muncar


Curug muncar berlokasi di Petung Kriyono. Tempat wisata ini menyajikan keindahan alam yang berupa air terjun.
Anda harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk menuju curug muncar. Untuk sampai ke sana, wisatawan harus melewati hutan serta jalan tapak yang terlihat begitu natural. Suasana pedesaan dengan penduduk ramah membuat wisatawan ingin kembali berkunjung ke tempat wisata alam ini. 

9. Grosir Batik Setono


Tempat ini khusus bagi siapa saja yang mencintai berbagai macam corak batik. Anda bisa berbelanja batik sepuasnya di sini. Grosir Batik Setono berada di jalur pantura sebelum terminal arah ke Semarang 

10. Pantai Pasir Kencana


Pantai Pasir Kencana merupakan tempat wisata Pekalongan. Pantai ini banyak didatangi warga lokal dan sekitarnya untuk berwisata karena jarak yang cukup dekat dari pusat kota.
Pantai Pasir Kencana dilengkapi dengan beberapa fasilitas permainan untuk anak-anak. Lokasi ini paling ramai pada saat perayaan Syawalan atau satu minggu setelah lebaran Idul Fitri. 

11. Waryo Durian




Bagi anda penggemar durian atau maniak durian, belum lengkap rasanya kalau ke Pekalongan tanpa menikmati raja buah ini. Ya Pekalongan menjadi salah satu penghasil buah Durian di daerah pantura Jawa Tengah. Sedikit tips untuk membeli durian khususnya durian lokal yaitu belilah yang matang pohon, bisa dilihat dari tangkainya (Baca : ciri-ciri durian matang pohon), minta dibuka ditempat untuk menghindari durian yang busuk atau tidak matang.

Pohon Durian Bawor di depan Rumah Waryo Durian

 Nah jika anda ingin makan durian matang pohon langsung di petaninya maka "WARYO DURIAN" menjadi tujuan yang paling tepat. Di Waryo Durian anda bisa dengan puas makan durian tanpa mengalami kekecewaan, misalnya durian mengkal, durian keras, durian tidak matang dan berbagai masalah durian lainnya. Maka di Waryo Durian anda benar-benar akan "makan durian". Durian di Waryo Durian semuanya dipetik setelah matang di pohon, sehingga kualitas durian yang didapat benar-benar matang pohon.

Berbagai jenis durian lokal andalan WARYO DURIAN dapat dinikmati seperti Durian Bulung, Durian Klutuk, Durian Galeng dan masih banyak lagi. Tersedia juga durian yang terkenal yaitu Durian Bawor, Namun jumlahnya masih terbatas di tiap musimnya. Khusus untuk Durian Bawor hanya melayani yang indent.

Lokasi Waryo Durian berada di Dukuh Suroloyo Desa Lemah Abang Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan.

Durian Bawor di Waryo Durian
Masih Bawor
Durian Lokal di Waryo Durian
Durian Kani



Wednesday, 16 March 2016

Waryo Durian

Anda kesal sering tertipu membeli durian di pasar atau pinggir jalan? anda terkecoh dengan harga yang murah tapi ternyata murahan, 100 ribu dapat 10 biji tapi sampai dirumah yang bisa dimakan hanya 2 buah? itu artinya durian yang anda beli seharga 50 ribu per buah. Bila anda ingin tidak kecewa lagi maka saya rekomendasikan anda berkunjung ke Waryo Durian, ya tempat wisata makan durian matang pohon yang ada di Pekalongan tepatnya di desa Suroloyo Lemah Abang Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Dijamin tidak tertipu lagi. Apabila anda mengunjungi Festival Durian Pekalongan maka sebaiknya anda datang ke Waryo Durian. Atau bagi anda yang mencari Durian Bawor di Doro Pekalongan, maka di Waryo Durian adalah tempatnya.

Monday, 14 March 2016

Cara Menanam Bibit Durian



CARA MENANAM BIBIT DURIAN

Cara Menanam Bibit Durian (Bawor, Musangking, Pelangi, Duri Hitam dan lainnya)  atau Bibit Buah-Buahan lainya. Dalam kesempatan ini penulis  akan sedikit membagikan pengalaman bagaimana cara menanam bibit durian bawor yang Benar.

Saturday, 12 March 2016

Jenis Durian Terbaik yang direkomendasikan ditanam

Bagi Petani yang hendak menanam durian dalam jumlah banyak jangan sampai salah pilih jenis durian yang akan ditanam. Jangan sampai waktu tenaga pikiran biaya dan lainya dalam membangun sebuah usaha perkebunan durian menjadi sia-sia belaka dikarenakan dalam pemlihan jenis durian yang ditanam tidak pas. Berkebun durian tidak dalam waktu 1 - 2 bulan atau 1-2 tahun melainkan bertahun-tahun yang itu artinya membutuhkan energi yang besar dan lama. Kalau diibaratkan memilih jenis durian sama seperti memilih pasangan hidup. Benar sekali, sekali anda salah maka hasilnya akan mengecewakan seumur hidup.

Saya heran ada orang dinas menyarankan kepada saya dan warga disekitar desa saya (tidak usah disebutkan daerah mana) untuk menanam jenis durian lokal dengan nama "B*YO". Dengan kata-kata yang menggebu-gebu orang dinas tersebut memberikan saran supaya menanam jenis tadi dan mengebangkannya. Karena tidak enak (sudah kenal) maka saya tidak membantah dan hanya bilang iya..iya dan iya saja. Katanya (orang dinas) durian jenis "B*YO" termasuk jenis durian unggul, juara 1 tingkat kabupaten kontes durian pada tahun 2014 lalu. Dalam hati saya bilang "kamu bilang ini durian unggul itu berdasarkan apa?, apa cuma dari rasa dan ukuran buahnya saja?, bagaimana tingkat adaptif dan produktifitas durian jenis lokal ini? apa kamu sudah menanamnya? lha wong durian ini pohon induknya aja berumur 40 tahun lebih dan baru juara pada tahun 2014 yang belum pernah dikembangkan ditempat lain, belum pernah ditanam didaerah lain yang itu artinya belum terbukti seperti apa kualitasnya." "lha kok nyuruh kita-kita (petani) untuk terjerumus ke lubang sumur"...hahahaha...ya mohon maaf saya dikasihpun saya terima tapi saya top working dengan durian yang sudah jelas.

Banyak sekali jenis durian di Indonesia, jumlahnya ribuan bahkan jutaan (tidak ada yang menyatakan secara resmi berapa jumlah jenis durian di Indonesia. Kalau ada data yang menyebutkan jumlah pastinya berapa itu artinya itu data "BODONG", kenapa saya bilang bodong karena dikampung saya saja belum pernah ada yang meneliti bahkan sesama anggota masyarakat desa saja ada yang belum saling tahu. Apalagi kalau kita bicara scara nasional.
Di desa saya saja (desa penulis) dalam 1 kebun dengan luas kurang lebih 1/2 ha ada lebih dari 40 jenis durian yang berbeda lebih. Mulai dari yang ukurannya besar bisa mencapai 5 - 6 kilogram dengan daging tebal rasa manis, ada pula yang ukuran buah duriannya kecil warna daging kuning seperti kunyit rasa legit namun biji agak besar. Kriteria jenis durian yang enak masih menjadi perdebatan di media sosial maupun di forum-forum seminar yang tidak sedikit diselengkarakan oleh pemerintah. Tidak ada pakar yang berani bilang jenis durian terbaik yaitu jenis A, B atau C.

Sebagai seorang penuli yang juga memiliki beberapa pohon durian maka menurut saya (pendapat pribadi) Jenis Durian terbaik yang layak untuk dikebunkan adalah sebagi berikut :

1. Duria Bawor.
 
Duria Bawor bagi penulis merupakan salah satu jenis durian terbaik yang layak untuk dikebunkan oleh petani di Indonesia. Durian yang populer dari daerah Banyumas ini sudah terbukti adaptif. Ditanam diluar Banyumas durian jenis ini tidak mengalami masalah. Dapat berbuah dengan isi daging sama dengan yang ditanam di Banyumas. Warna daging orange masih menjadi andalan dari durian jenis ini. Penulis tidak akan membahas asal usul dari mana Durian Bawor. Rasa yang legit mirip dengan monthong menjadikan Durian Bawor juga disebut dengan nama Monthong orange. Namun berbeda dengan Monthong Thailand yang sudah populer terlebih dahulu. Monthong orange lebih adaptif dan produktifitasnya sangat tinggi (genjah). Dalam satu pohon Durian Bawor bisa menghasilkan 30 - 40 Buah pada umur pohon sekitar 6 tahun dari ukuran bibit tanam 1 meter. Di daerah Banyumas sebagai sentral bibit dan buah Bawor sebagai buktinya. Dari ratusan bahkan ribuan pohon milik para petani setempat jarang didapati buah mengkal seperti durian monthong thailand.